Muara Angke, 2016.
Selamat pagi dari tepi laut!
Hai. Sedikit cerita dari yang jarang kita lihat. Letaknya diujung daratan jakarta. Muara Angke Jakarta.Para nelayan disini, banyak yang bergantung pada kerang sebagai komoditas utamanya dalam melaut. Selama disana, saya dan teman-teman bertugas mewawancara para nelayan yang ada, sebagai pemenuhan salah satu mata kuliah kami yaitu valuasi ekonomi.
Karena ada proyek di pulau sebrang yang memaksa mereka harus melaut lebih jauh bahkan kalau pun di dekat pulau tersebut, tambak kerang mereka berisikan kerang yang sudah mati akibat banyaknya limbah dari proyek tersebut. Aku tidak menyebut nama proyeknya, sila kalian sendiri yang menebak.
Ironis memang, mereka yang hanya bisa melaut dan bergantung pada sumberdaya yang ada, ketika kerusakan datang, hanya bisa bergantung pada Tuhan dan kebaikan semesta. Stakeholder yang lain bagaimana?
Para nelayan tak mengerti mengapa bisa hal itu terjadi, yang mereka tau rakyat kecil akan semakin tertindas di muara angke ini.
Sudahlah rumah kebanyakan tak layak, lingkungan yang seperti itu. Apakah tak ada yang sedikitpun tergerak hati untuk membantu mereka?
Sudahlah rumah kebanyakan tak layak, lingkungan yang seperti itu. Apakah tak ada yang sedikitpun tergerak hati untuk membantu mereka?
Padahal potensi muara angke yang besar ini, dapat dimanfaatkan dan menjadi fokus untuk memberdayakan nelayan di Jakarta.
Apakah selama ini hanya pengusaha besar yang semakin layak untuk menguasai?
Lalu bagaimana solusinya untuk mereka nelayan kecil?
Iya. Semua tergantung usaha dan kerja kerasnya.
Meruginya mereka nelayan kecil yang harus lebih berjuang untuk dapat bertahan dari kerusakan lingkungan yang semakin parah.
Dulu mereka masih bisa menyekolahkan anaknya, tapi kini ada yang sebagian anaknya harus berhenti sekolah.
0 komentar