W E L C O M E

Sejelimat manusia pergi ada pula yang kembali.
Lalu lalang terlihat sibuk, aku hanya menatap sendu menyadari bahwa tidak ada yang menetap di dunia ini.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Senja.
Sendu memanja dibuai sayup angin yang larut dalam jingga.
Menyelimuti tabir malam yang kian mendekat.
Tak sanggup mendekap dalam diam ia pergi.
================================

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku adalah akumulasi yang kamu fikirkan
Aku adalah segala hal yang bisa buat hati hancur dan utuh kembali
Aku adalah yang kamu benci
Aku adalah yang kamu cinta
Aku adalah yang hanya lewat selintas
Aku adalah sepenggal pemanis jalan
Aku adalah pemberi pesan
Aku adalah simbol kewaspadaan
Aku adalah yang paling mudah dilupa
Aku adalah yang selalu kau ingat
Aku adalah yang memberi payung dikala itu
Aku adalah pemberi air untuk sepenuh ember itu
Aku adalah pemberi harapan namun semu
Aku adalah pemalu yang berliku
Aku adalah badut konyol yang lucu
Aku adalah teman untuk pulang
Aku adalah teman untuk berpisah
Aku adalah teman untuk berjuang
Aku adalah pemberontak resah
Aku adalah penikmat bulan
Aku adalah teman untuk makan
Aku adalah yang mudah dikejar
Aku pula yang mudah menarik
Aku pula yang mudah melepas
Aku pula yang mudah hilang
Aku pula yang buat menangis
Aku pula yang buat belajar
Aku pula yang buat terpukul
Aku pula yang membuka luka itu
Aku pula yang mengecewakan
Aku pula yang memberi sayang.
Aku apapun yang kamu pikir, itu memang aku.

///Mari berpuisi///
///Selamat Malam///

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat pagi dari ketinggian!


Percaya pada kebetulan hanya untuk orang - orang yang tidak percaya sama Tuhan
Begitu menurutku.
Sebulan disahkan menjadi alumni, mau tidak mau harus memulai semuanya dari awal kembali. Toh selama masuk sekolah tiap naik kelas tiap pindah sekolah semuanya memulai dari awal lagi kan untuk belajar, begitu juga sekarang. Berbagai usaha udah dilakukan, tinggal kuatkan do'a dan pasrahkan semuanya pada Tuhan. Kali ini mau share sedikit pengalaman selama di Semarang!

Awal bulan Desember mengantarkan banyak hal untuk belajar. Salah satunya, aku dan yendi di tugaskan untuk ikut dalam acara Lokakarya yang diadakan oleh subbag kami selama magang di Badan Layanan Umum P3H yaitu Investasi Lingkungan. Mulai perjalanan di kamis pagi menggunakan pesawat lion air. Kurang lebih perjalanan satu jam lebih sedikit. Setiba di bandara Achmad Yani, kami disambut dengan ribuan penumpang lainnya yang memadati bandara tersebut. Bandara nya yang cukup kecil menurut aku, seperti bandara yang ada di Pangkal Pinang. Kalau di bandingkan dengan jakarta, ya semarang saat itu sebelas duabelas lah sama gerahnya. Tapi gapapa, tiap kota kan ada ciri khas nya dan kultur perkotaannya yang beda. Setelah itu, kami naik mobil menuju tempat makan bernama Soto Pak Man, rasanya enak banget parah :'((( mau kesana lagi huhu.
Setelah makan pagi alias sarapan, langsung meluncur ke Hotel GranDhika Pemuda Semarang. Setibanya disana, kami beristirahat sebentar sembari memastikan para peserta yang akan datang ke hotel. Oiya, ini dia penampakan dalam hotelnya. Overall suasana dan service nya bagus dan yang terpenting murah! Tumbs up buat GranDhika!




Tak terasa, sore pun menyambut dan kami bergegas untuk makan ke sebuah restoran. Restorannya lupa namanya :( tapi lucu gitu interiornya artsy banget dan makanannya prasmanan. Oke skip sampai malam kami gladi bersih menyiapkan segala hal yang harus dirapihkan supaya acara besok berjalan dengan sukses.

Pagi menyambut, seusai shalat subuh, buru - buru mandi dan sarapan jam 7 teng! Ini dia yang paling dinanti haha. Sarapan di Hotel emang ga pernah bikin kecewa :'). Dari dulu paling seneng kalo ke Hotel nungguin sarapan paginya dan tadaaaaa cuma bisa foto satu doang karena too excited nyicip nyicip semua menunya- Haha.


Perut Kenyang, Mood langsung happy!
Seusai sarapan, waktunya kerjaaaah. Panitia bergegas untuk menyambut para peserta Lokakarya.




Acara berlangsung lancar dan ruangan penuh terisi oleh peserta. Acara berlangsung dua hari. Jadi, hari pertama pemaparan materi terkait update potensi pembiayaan investasi lingkungan. Acara kedua ialah sharing dan diskusi antar para peserta dengan pihak Badan Layanan Umum P3H. Di hari kedua berlangsung lancar juga meskipun ada sebagian peserta yang mangkir dari acara. Harapannya dari acara tersebut, para peserta yang sebelumnya telah bekerja sama dengan kami dapat mempercayakan kami kembali mengenai pembiayaan untuk usaha investasi lingkungan mereka, atau pun untuk para peserta yang baru kami undang dapat memahami bahwa BLU Pusat P2H dapat membantu peserta untuk pembiayaan usaha mereka dengan sistem yang menguntungkan rakyat tentunya. 

Oiya, ada satu hal lagi yang unik selama disini. Waktu malam hari dihebohkan dengan gempa yang cukup terasa disini, terlebih kami panitia menginap di lantai 4 dan 5. Untuk kesekian kalinya bener - bener panik kalo ada gempa. Dag dig dug dan gabisa tidur takut ada susulan lagi. Lanjut keesokan harinya kami bergegas untuk check out dari hotel. Tiket untuk ke Jakarta sengaja diambil jam 5 sore meskipun pada akhirnya kami terkena delay dari pihak garuda, tapi gapapa kami tetap santai dengan hal ini. Karena masih belum mau ninggalin Kota Semarang :(
Sebelum ke Bandara, kami sempatkan untuk mengunjungi salah satu tempat fenomenal yang dari dulu pengen banget kesini, yaituuu Lawang Sewu *Yeaaaaay*

Ini potret yang diambil dari trotoar persis samping lawang sewu. Ternyata tidak begitu jauh dari Hotel, tapi karena bawaan yang banyak akhirnya kami putuskan untuk naik taksi online.


 Kesalahan terbesar kalau mengunjungi tempat wisata di waktu weekend :(
 tapi, ya dinikmati aja. Toh, kapan lagi bisa ke Semarang terus mengunjungi lawang sewu yang kalo siang hari ga berasa seremnya, tapi hawa yang ngikutin ada aja sih. hehe. Bener - bener seneng akhirnya bisa liat lawang sewu. Saran aja, kalo kesini malem - malem harus hati - hati karena semakin banyak yang ngikutin daaan jangan sesumbar kalo bicara disana. Ya harus saling menghormati guys.


Oiya satu lagi yang ga boleh di lewatkan kalo ke semarang..... nyobain lekker yang fenomenal letaknya depan sekolahan. My kind of cemilan enak dan nagih!


Setelah empat hari di Semarang rasanya belum puas, karena emang sifat manusia yang ga pernah puas hehe. Take me back please! See you semarang! Semoga semakin cantik kota dan suasananya.
Kurang lebihnya seperti itu, intinya sih di dunia ini ga ada yang namanya kebetulan. Semua itu udah di atur sama semesta dan pemilik-Nya. Dulu waktu SD kepingin banget ke Semarang entah kenapa, random sekali emang pikiran ini. Tapi, ternyata Tuhan mengabulkan itu berbelas tahun kemudian. So, kalo ngerasa ko bisa kebetulan ya? ko kayak de javu?. Percaya deh itu semua hasil dari afirmasi mu ke semesta dari semesta ke tuhan dan tuhan balikkan lagi ke kita dengan caranya yang mengagumkan. Sekian segelintir cerita, semoga bermanfaat! 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hujan.
Mengadu air mataku pada hujan yang tiba dengan terburu buru.
Sama dengan turunnya hati yang meringis ingin di perhatikan haru.
Hujan.
Akankah kita masih bisa mengadu saat ku sudah bisa melupa.
Akankah aku dapat dengan bahagia dengan melupa denganmu hujan beserta kenangannya.
Haru terlalu membiru hingga sendu merayu untuk merajuk pada runtuhan rindu.
Syair hujan rintihan tangis meringis hingga paru mengempis.
Sekuat itukah kau hujan, rela terjatuh dan di maki oleh makhluknya.
Sekuat itukah hujan, rela memberi yang kita butuh tanpa mengharap belas kasihan dari tuan.
Menangis hingga tak tertampung, apakah itu amarahmu pada kami hujan?
Kau ku anggap berkah, namun sebagian dari kami tak menganggapmu berkah.
Maaf hujan, kini kau harus menunggu untuk bisa bersabar dan tetap terjatuh.

Kepada secangkir teh hangat yang tak kunjung datang. Aku tahu rasanya menunggu. Jadi ku akan tetap menunggu kau datang, hai secangkir teh hangatku.
Ingatku kau selalu bisa menjadi pelebur rasa dinginku. Ingatku hujan yang selalu dingin namun kau tetap hangat menemani.
Hai cangkir teh hangatku, sampai kapankah ini berujung, apakah kita akan benar-benar bertemu pada penghujung hujan?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat pagi dari lippenholic!
Selamat pagi teman!
Jadi, mau cerita sedikit tentang selingan di kampus alias pelarian dari perasaan galau! Haha najong. Oke mari bercerita.
Awalnya, terinspirasi dari beberapa teman-teman di kelas, ada yang menjual kalung, jilbab, baju, bahkan segala macam makanan.

Setelah becanda haha hihi sama temen-temen saat itu lagi ada acara himpunan, salah satu temanku, nadia. Nadia bilang ci, coba deh jual produk nya wet n wild. Awalnya asli gatau apaan tuh merk lipstick baru? Punya indonesia?
Akhirnya aku cari tau sendiri~ pada akhirnya oke nad gue jual tapi lu harus beli ya! Haha untungnya ya ampun punya temen-temen yang konsumtif, jadilah sasaran pemasaran produk ini temen deket-temen jurusan-temen kosan-temen sma-sampe akhirnyaaa banyak yang pesen, alhamdulillah.
Nah, sebelumnya aku bukan tipe yang suka pake lipstik gitu, yampun pucet amat gw berarti selama ini. Wkwk gpp natural beauty.
Teruuus gamau dong dikatain mana coba bibir lu aja gapake lipstik. Aku pakai juga dan jadinya suka banget sama lipstik! kemana aja lu tong.
Setelah buat account olshop di ig trus minta buat pada follow alhamdulillah responnya positif. Untung ya punya temen-temen yang support dagangan temennya haha. Sampai gak sadar kalo customer anak ui dan polban. cihuy.
Buat kalian yang mau uang jajan nya nambah ataupun sekadar iseng-iseng berhadiah bisa banget lho jadi reseller lipstick. 
Tipsnya, niat. Harus niat. Ga boleh setengah-setengah. Gak boleh mager.
Disaat kita emang  niat pasti dikasi jalan buat ngelangkah, trust me!
Selain itu, rajin-rajinlah membuka instagram dengan hashtag reseller atau apapun itu pasti banyak banget.
Nah setelah itu, modal sepik kita harus jago. Awalnya aku beli duluan sebelum bener-bener jualin. Jadi pas di pake trus lipstick selalu ada di tas, tinggal modal mba-mba spg deh nawarin lipstick ke temen terdekat dulu. Kalau bisa buat target mingguan. Minggu ini harus ada yang pesen berapa pcs, biar jalan gitu bisnisnya, ulala.
Nah setelah itu, aku bikin pemasarannya man to man atau apasi itu namanya, jadi temen-temen yang udah beli disuruh post di ig trus tag ke olshop aku deh. Otomatis itu macam endorse padahal bukan ya sis. Haha endorse bantu temen.
Dulu sempet omset 600rb, bener ga nyangka sih, lipstick ini masih jarang yang jual di kampus. Jadilah macam monopoli awak kan.
Sampai akhirnya karena ada satu dua hal yang bikin fokus aku nyebar, mulailah perlahan - lahan bisnisku hilang, huhu sedih.
Tapi gapapa. Kadang untuk bisa sampai tujuan ada hal yang harus kita relakan~ tsaah. Apasih wkwk.
Ya begitu intinya, teman-teman yang kini mahasiswa butuh uang tambahan, gak mau lagi repotin ayah ibu nya, bisa banget menjadi reseller lipstick.

Sekian cerita nostalgia menjadi reseller.
Semoga bermanfaat ya!
Goodluck, muach!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat pagi dari tepi laut!
Hai. Sedikit cerita dari yang jarang kita lihat. Letaknya diujung daratan jakarta. Muara Angke Jakarta.
Para nelayan disini, banyak yang bergantung pada kerang sebagai komoditas utamanya dalam melaut. Selama disana, saya dan teman-teman bertugas mewawancara para nelayan yang ada, sebagai pemenuhan salah satu mata kuliah kami yaitu valuasi ekonomi.
Dari keseluruhan yang kami tangkap, para nelayan merasa semakin terjepit. Kenapa?
Karena ada proyek di pulau sebrang yang memaksa mereka harus melaut lebih jauh bahkan kalau pun di dekat pulau tersebut, tambak kerang mereka berisikan kerang yang sudah mati akibat banyaknya limbah dari proyek tersebut. Aku tidak menyebut nama proyeknya, sila kalian sendiri yang menebak. 
Ironis memang, mereka yang hanya bisa melaut dan bergantung pada sumberdaya yang ada, ketika kerusakan datang, hanya bisa bergantung pada Tuhan dan kebaikan semesta. Stakeholder yang lain bagaimana?
Para nelayan tak mengerti mengapa bisa hal itu terjadi, yang mereka tau rakyat kecil akan semakin tertindas di muara angke ini.
Sudahlah rumah kebanyakan tak layak, lingkungan yang seperti itu. Apakah tak ada yang sedikitpun tergerak hati untuk membantu mereka?
Padahal potensi muara angke yang besar ini, dapat dimanfaatkan dan menjadi fokus untuk memberdayakan nelayan di Jakarta.
Apakah selama ini hanya pengusaha besar yang semakin layak untuk menguasai? 
Lalu bagaimana solusinya untuk mereka nelayan kecil?
Iya. Semua tergantung usaha dan kerja kerasnya. 
Meruginya mereka nelayan kecil yang harus lebih berjuang untuk dapat bertahan dari kerusakan lingkungan yang semakin parah.
Dulu mereka masih bisa menyekolahkan anaknya, tapi kini ada yang sebagian anaknya harus berhenti sekolah.
Dear Bu Susi, Menteri tercinta kita, semoga tulisan kecil ini bisa tersampaikan. Alangkah merugi nya kami yang sudah kesana namun belum bisa apa-apa selain menuliskan ini di blog.
Tertanda,
Mereka yang ditepi laut, ingin diperhatikan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2019 (3)
    • ▼  Februari (1)
      • Wait for it
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (28)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (4)

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Gooyaabi Templates