W E L C O M E

Di meja les, di motor, di sungai, di tengah hujan deras, di halte, di pinggir jalan, di tempat nasi gooreng, di pesawat, di bandara, di bis, dimanapun dan hari lainnya yang kini menjadi bagian dari yang lucu untuk diingat.
Terimakasih, sekali lagi.

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Hari ini bahkan kemarin atau bahkan ketika baru lahir, dihadapkan pada pilihan. Ingin keluar dari perut ibu menangis atau tidak ya. Ingin berlari dulu atau bicara dulu ya. Daan pilihan-pilihan lainnya yang selama hidup selalu menghampiri.

Namun,

Pilihan kini menjadi tidak semudah dulu untuk memilih. Banyak ina itu nya. Rasa gundah lah, apa kata orang lah, bagaimana jika bukan yang terbaiklah. Berbagai macam pikiran yang berhasil membuat diri sulit menentukan jawaban dari beberapa pilihan. Ya karena diri bukan Tuhan. Hanya saja, manusia seharusnya bisa mengendalikan. Tanpa ego rasanya nihil. Ego selalu menjadi peran tertinggi dalam kehidupan, bagi sebagian orang tentunya.

Memilih untuk bersama orang baru, o tentu hal yang sulit diterima. Secara, diri masih belum pulih seperti semula. Banyak pengalaman, banyak juga yang mulai ditakutkan. Terlalu penakut pada akhirnya sulit meluluh pada yang datang membawa kabar baik.

Bagaimana bisa diri sanggup menyesuaikan dengan cepat lagi seperti dulu. Sekarang butuh banyak waktu untuk bisa menentukan. Tidak ingin hal dulu kejadian, alhasil ya semacam trauma yang membekas. Sebabnya diri masih butuh pikir panjang. .. .... Begitu kiranya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ingin itu tapi malah ini. Eh kebalik.
Ingin memiliki yang sempurna. Tapi diri jauh dari sempurna.
Mohon maap. Bercermin dahulu sebelum menuntut mba/masnya.
Pikir aja siapa sih sosok sempurna yang kamu idamkan. Sudah setara kah diri dengan tuntutanmu?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Afirmasi. Firasat. Apapun itu.

Baru kenal kata-kata afirmasi semenjak baca bukunya rhonde bryne. Ya semua isi bukunya mind blowing banget. Apa yang selama ini terjadi ternyata eh ga sadar itu berkat pikiran kita sendiri. Namun, peran Tuhan pun yang paling banyak.
Misal, kita punya target tiap tahun yang musti dicapai, mungkin ada yang semua tercapai, ada juga yang gak sama sekali tercapai. Entah itu langgeng sama pasangan lah, rezeki yang ngalir terus lah, kesehatan lah apapun bentuk rezeki nya pasti selalu ada di tiap target kita.
Tapi, banyak yang kini mengeluh, sebenarnya apasih yang mau dikejar selama hidup tuh?
Coba jawab dalam hati.

Semakin beranjak dewasa semakin rasional lah pikiran kita. Padahal, kita punya kekuatan super namanya afirmasi.
Aku selalu percaya afirmasi, dulu sih taunya the power of firasat haha.
Iya jadi dari kecil selalu bisa nebak sesuatu lewat firasat. Mulai dari nebak jalan cerita, sampe masalah jodoh pun mungkin;)

Banyak orang yang ga yakin sama firasatnya. Kenapa? Karena emang firasat itu kadang bertentangan dengan nalarnya, emosinya dan fantasinya. Banyak tanda-tanda atau sekitar kita yang memberi banyak sinyal, mungkin itu semacam kode sandi dari Tuhan kali ya. Bagi orang tertentu dia bisa nebak kalo ada kode sandi itu, dia bisa paham kalo kondisi dia harus seperti apa. Kode sandi itu macem2 bentuknya ada mimpi, atau tiba2 pikiran kita selintas, ucapan sesorang ga dikenal, atau kejadian berupa teguran.

Thats why, selalu perhatikan alam semesta mu. Semua tanda-tanda kehidupan kedepannya ada disana.
Soal afirmasi pun sama, hanya saja afirmasi lebih mengandalkan optimisme diri dan keyakinan semesta akan ikut dengan pikirannya.
Hati-hati dan adil lah sejak dalam pikiran. Karena bisa saja semesta mengaminkan pikiran mu. Makanya ada pepatah ataupun ucapan teman 'jangan nethink lu ntar kejadian loh'. Nah itu, maka tetap pikirkan sesuatu yang baik. Selaras dengan sifat huznudzon kan?.
Apapun yang ingin dicapai, jangan lupa pada semesta mu, apakah ada tanda bahwa semesta akan menggiring kesana? Atau ternyata semesta malah membawa ke jalan lain? Pada Tuhanmu apalagi, bukankah ridhoNya yang kita cari selama hidup? Agar tentram selama hidup kan.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Egomu harimaumu kali ya?.

Kalau pun ada hal yang paling menakutkan, lebih menakutkan lagi ego sendiri
Lebih menyeramkan dari harimau

Kalau pun ada hal yang paling membunuh, lebih membunuh lagi ego sendiri

Lalu ada apa dengan ego diri yang kini jadi memangsa sangat buas?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kepada kaki yang ingin berjalan jauh.

Gusarnya hati yang selalu meminta petunjuk jalan.

Selalu ragu akan langkah maju ataukah harus berbalik, akan langkah ke kanan atau ke kiri, ataukah lebih baik diam untuk istirahat 

Menyusur jalan di jalan yang licin, jatuh sudah hal biasa

Menyusur hati yang tak tahu ingin, jatuh jua akhirnya hal biasa

Berjalan pelan pun tetap terjatuh, ah maunya apa

Tak usah berjalan jauh. Jika hati tak ingin jauh.


All the photo from this blog, taken by myself.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Diingatkan kembali tentang sesuatu yang ga pernah kita tau kapan dan dimana terjadi. Kematian.
Tadi banget di wa sama salah satu sahabat kalau kepala divisi kami ketika magang, kembali ke rahmatullah. Ya allah umur ga ada yang bisa tau emang hm.
Selalu teringatkan ketika lagi ditempat ramai pun, ada aja yang suka buat aku tiba-tiba masuk dalam sebuah lintasan pikiran. Apasih ini, ya itu deh pokonya.
Sadar ga sadar, mau ga mau harus mulai menerima apapun yang ada di masa depanmu. Baik buruknya, sukses gagalnya, sakit parah hingga sembuhnya, dan berbagai macam kemunkinan kemungkinan lainnya yang kita semua kudu siap hadapi. Salah satunya ya tutupnya usia. Pertanyaannya siapkah kita ketika menghadapi itu? Siap kah kalau tiba2 di diagnosa sakit parah? Siap kah kalau tiba2 tidak punya sekoin uang pun? Siap kah kalau tiba2 hidup sebatang kara? Semua kemungkinan-kemungkinan itu bisa jadi terjadi.
Pernah dulu shock, tapi alhamdulillah Allah ternyata sangat sayang pada tiap hambanya, seberat apa masalah mu semua akan terlewati dengan izinNya.
Dari situ, mulai lah aku masuk dalam semua pemikiran - pemikiran ini. Ketika dapat kabar buruk, artinya Tuhan sedang memberi rambu-rambu. Ketika tahu ada yang meninggalkan kita, dari awal sudah sadar bahwa yang datang akan pergi meninggalkan kita. Sesimpel itu, tapi memang sulit karena kesedihan yang pasti membuat hidup jadi runyam, atau mungkin ada yang frustasi.
Bahagia nya hari ini jangan sampai lupa akan ada kesedihan yang datang. Sukses nya hari ini jangan sampai lupa bahwa kegagalan kedepannya selalu menghantui. Sehatnya hari ini hingga injak injak tanah jangan sampai lupa ada sakit yang bisa membawa kita ke dalam tanah. Kadang, suka tiba-tiba punya pikiran aneh, misal aku hidup sebatang kara bagaimana rasanya. Atau besok tiba2 dilayat teman2 karena tubuhku yang terbujur kaku bagaimana rasanya. Hal lainnya lah, yang sebenarnya ga perlu kita pikirin, tapi perlu untuk di ingat, bahwa dunia kita ga selama yang ada di pemikiran kita untuk hidup. Intinya, selalu ingat bahwa kemungkinan-kemungkinan itu ada di depan mata. Hati-hatilah dan bersiap-siap untuk bisa menerima kemungkinan itu dengan berlapang dada, seolah kita sudah tau itu terjadi, meski nyatanya mungkin ga terjadi.
Send hugs!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Follow Us

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2019 (3)
    • ▼  Februari (1)
      • Wait for it
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (28)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (4)

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Gooyaabi Templates